Matematika dan Fisika di Balik Jarak Fret
Penempatan fret pada instrumen musik petik seperti gitar, bas, atau ukulele tidak ditentukan secara acak, melainkan mengikuti prinsip matematika dan akustik nada rasio temperamen rata (equal temperament). Ketika sebuah senar dibagi tepat menjadi dua bagian yang sama panjang, frekuensi getaran senar akan berlipat ganda, menghasilkan nada satu oktaf lebih tinggi. Oleh karena satu oktaf dalam sistem musik barat dibagi menjadi 12 nada setengah (semitone) berjarak sama, rasio perpindahan antarnada dihitung menggunakan akar ke-12 dari angka 2, yaitu sekitar 1,059463.
Untuk menghitung jarak setiap fret dari nut, rumus matematis yang digunakan adalah:
Di dalam rumus ini, melambangkan panjang skala instrumen (scale length), adalah nomor fret yang dicari, dan merupakan jarak kumulatif dari permukaan depan nut menuju fret ke-.
Berdasarkan rumus tersebut, fret ke-12 pada semua jenis instrumen petik selalu berada tepat di tengah panjang skala nominal (). Sebagai contoh, pada gitar dengan panjang skala 648 mm (skala standar Fender 25,5 inci), fret 12 berada tepat di posisi 324 mm dari nut. Fret pertama pada skala yang sama berada pada jarak 36,37 mm dari nut. Kalkulator Posisi Fret memanfaatkan perhitungan eksak ini untuk menghasilkan tata letak slot fret yang presisi, memastikan intonasi setiap nada terdengar harmonis di sepanjang neck.