Cara Skor Kerapatan Pola Dihitung
Detektor Pola Teks AI bekerja dengan mengukur tingkat kerapatan gaya penulisan tertentu yang lazim diproduksi oleh model bahasa besar. Skor akhir berkisar antara 0 hingga 100. Angka ini bukan vonis mutlak mengenai siapa atau apa yang menulis teks tersebut, melainkan cerminan seberapa padat ciri-ciri struktural dan kosakata khas kecerdasan buatan di dalam paragraf yang diperiksa.
Sistem membagi penilaian ke dalam tiga kategori utama:
- Skor di bawah 25: Teks memiliki sedikit sekali pola berulang khas mesin sehingga terbaca wajar dan memiliki variasi alami.
- Skor 25 hingga 54: Teks menunjukkan sejumlah pola umum, seperti transisi kaku atau struktur kalimat berulang, yang kerap muncul saat seseorang menulis draf formal atau menyunting teks secara terburu-buru.
- Skor 55 ke atas: Teks memuat konsentrasi tinggi tanda baca tertentu, kosakata klise, atau irama kalimat seragam yang sangat identik dengan keluaran baku generator teks.
Setiap kelompok pola memiliki batas poin maksimal agar satu kebiasaan kecil tidak mendominasi keseluruhan penilaian. Teks manusia yang sangat akademis atau kaku bisa saja memperoleh skor sedang karena kemiripan struktur formal. Sebaliknya, teks buatan mesin yang telah disunting secara cermat oleh manusia dapat menghasilkan skor rendah.