Apa Itu Format TOON dan Mengapa Dipakai
TOON adalah singkatan dari Token-Oriented Object Notation, yaitu format data ringkas yang dirancang agar struktur seperti objek, daftar, dan nilai tetap mudah dibaca, tetapi memakai lebih sedikit token dibanding JSON. Dalam JSON, setiap kunci biasanya ditulis dengan tanda kutip, setiap pasangan dipisahkan koma, dan struktur memakai banyak kurung. Bagi aplikasi biasa, itu tidak selalu menjadi masalah. Namun untuk alur kerja AI dan LLM, jumlah token berpengaruh langsung pada panjang prompt, waktu pemrosesan, dan biaya pemanggilan API. Konverter JSON ke TOON membantu mengubah data JSON menjadi bentuk TOON tanpa menghilangkan makna datanya. Misalnya data katalog UMKM, daftar menu warung, jadwal pengiriman, atau konfigurasi aplikasi dapat dibuat lebih padat sebelum dimasukkan ke prompt. TOON bukan pengganti JSON untuk semua kebutuhan, tetapi cocok ketika manusia masih perlu membaca data dan sistem AI perlu memprosesnya secara efisien. Penghematan token bisa mencapai 60% tergantung bentuk data, terutama jika JSON memiliki banyak objek berulang dengan kunci yang sama. Untuk developer dan data engineer di Indonesia, manfaatnya terasa saat mengolah data produk, tiket layanan pelanggan, ringkasan transaksi, atau dataset percakapan yang harus dikirim berkali-kali ke model AI.